Sabtu, 14 Desember 2013
Kesaling Tergantungan antara Bisnis dan Masyarakat
Mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengenali apa itu etika dalam berbisnis. Bisa jadi masyarakat beranggapan bahwa berbisnis tidak perlu menggunakan etika, karena urusan etika hanya berlaku di masyarakat yang memiliki kultur budaya yang kuat ataupun etika hanya menjadi wilayah pribadi seseorang. Tetapi pada kenyataannya etika tetap saja masih berlaku dan banyak diterapkan di masyarakat itu sendiri.
Dalam lingkungan perusahaan, perusahaan juga sebuah organisasi yang memiliki struktur yang cukup jelas dalam pengelolaannya. Ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi, baik dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap tim maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. Untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat.
Terdapat 2 pandangan tanggung jawab sosial, yaitu pandangan klasik dan pandangan sosial ekonomi. Pandangan klasik di mana tanggung jawab sosial adalah bahwa tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba. Pada pandangan ini manajer mempunyai kewajiban menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan terbesar pemilik saham karena kepentingan pemilik saham adalah tujuan utama perusahaan. Sedangkan pandangan sosial ekonomi beranggapan bahwa tanggung jawab sosial manajemen bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan, menghindari koneksi, kolusi dan komisi, mampu menyatakan yang benar, menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah, konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama, serta menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
Lingkungan Bisnis Yang Mempengaruhi Perilaku Etika
Bisnis melibatkan hubungan ekonomi dengan banyak kelompok orang yang dikenal sebagai stakeholders, yaitu pelanggan, tenaga kerja, stockholders, suppliers, pesaing, pemerintah dan komunitas. Oleh karena itu para pebisnis harus mempertimbangkan semua bagian dari stakeholders dan bukan hanya stockholdernya saja. Pelanggan, penyalur, pesaing, tenaga kerja dan bahkan pemegang saham adalah pihak yang sering berperan untuk keberhasilan dalam berbisnis. Lingkungan bisnis yang mempengaruhi etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan makro yang dapat mempengaruhi kebiasaan yang tidak etis, yaitu bribery, coercion, deception, theft, unfair dan discrimination. Maka dari itu dalam perspektif mikro, bisnis harus percaya bahwa dalam berhubungan dengan supplier atau vendor, pelanggan dan tenaga kerja atau karyawan.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5k (katabelece, kongkalikong, koneksi, kolusi, dan komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dan lain sebagainya.
Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi, serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi dapat diatasi. Moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi. Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.
Tujuan dari bisnis adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang. Dalam pelaksaannya, penting bahwa karyawan, kinerja mereka dan perilaku mereka berkontribusi pada kesuksesan perusahaan. Perilaku karyawan bagaimanapun dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar bisnis. Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku karyawan yang dapat sinyal masalah. Budaya organisasi, keseluruhan budaya perusahaan dampak bagaimana karyawan melakukan diri dengan rekan kerja, pelanggan dan pemasok. Lebih dari sekedar lingkungan kerja, budaya organisasi mencakup sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi / pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan. Hal tersebut sering digunakan untuk menggambarkan budaya organisasi perusahaan. Nada positif dapat membantu karyawan menjadi lebih produktif dan bahagia.Sebuah nada negatif dapat menyebabkan ketidakpuasan karyawan, absen dan bahkan pencurian atau vandalisme.
Ekonomi lokal, melihat seorang karyawan dari pekerjaannya dipengaruhi oleh keadaan perekonomian setempat. Jika pekerjaan yang banyak dan ekonomi sedang naik, karyawan secara keseluruhan lebih bahagia dan perilaku mereka dan kinerja cermin itu. Di sisi lain, saat-saat yang sulit dan pengangguran yang tinggi, karyawan dapat menjadi takut dan cemas tentang memegang pekerjaan mereka. Kecemasan ini mengarah pada kinerja yang lebih rendah dan penyimpangan dalam penilaian. Dalam beberapa karyawan, bagaimanapun rasa takut kehilangan pekerjaan dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan yang lebih baik. Reputasi perusahaan dalam komunitas, persepsi karyawan tentang bagaimana perusahaan mereka dilihat oleh masyarakat lokal yang dapat mempengaruhi perilaku. Jika seorang karyawan menyadari bahwa perusahaannya dianggap curang atau murah, tindakannya mungkin juga seperti itu. Namun, jika perusahaan dipandang sebagai pilar masyarakat dengan banyak goodwill, karyawan lebih cenderung untuk menunjukkan perilaku serupa karena pelanggan dan pemasok berharap bahwa dari mereka.
Persaingan diindustri, tingkat daya saing dalam suatu industri dapat berdampak etika dari kedua manajemen dan karyawan, terutama dalam situasi di mana kompensasi didasarkan pada pendapatan. Dalam lingkungan yang sangat kompetitif, perilaku etis terhadap pelanggan dan pemasok dapat menyelinap ke bawah sebagai karyawan berebut untuk membawa lebih banyak pekerjaan. Dalam industri yang stabil di mana menarik pelanggan baru tidak masalah, karyawan tidak termotivasi untuk meletakkan etika internal mereka menyisihkan untuk mengejar uang.
Dunia bisnis, yang tidak hanya menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.
Senin, 04 November 2013
LOYALITAS BEKERJA
LOYALITAS
Loyalitas berasal dari bahasa inggris
'loyal' yang artinya setia. dan kesetiaan adalah kualitas yang menyebabkan kita
tidak menggemingkan dukungan dan pembelaan kita pada sesuatu. Loyalitas lebih
banyak bersifat emosional, loyalitas adalah kualitas perasaan, dan perasaan tak
selalu membutuhkan penjelasan rasional.
Salah satu faktor yang mempengaruhi
loyalitas karyawan adalah kepuasan kerja. Loyalitas atau kesetiaan sebenarnya
tidak hanya berarti cukup lama bekerja disuatu perusahaan, misalnya sekian
puluh tahun. Loyal harus diartikan pula mampu menjaga nama baik atau citra
perusahaan dimana seseorang bekerja.
Loyalitas merupakan keinginan untuk tetap
menjadi anggota organisasi yang bersangkutan atau disebut dengan komitmen
organisasi. Disamping itu, komitmen organisasi mengandung pengertian sebagai
sesuatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif terhadap organisasi,
dengan kata lain komitmen organisasi menyiratkan hubungan pegawai dengan
perusahaan atau organisasi secara aktif.
Loyalitas merupakan suatu kondisi sikap
mental untuk tetap memegang teguh kesetiaan baik kepada perusahaan, atasan,
maupun rekan sekerja. Loyalitas wajib dipertahankan namun dengan tidak
melupakan prinsip dasar bahwa loyalitas tertinggi harus didedikasikan pada
hal-hal yang diyakini sebagai kebenaran. Dalam suatu perusahaan atau organisasi
seorang karyawan diharapkan mempunyai sikap loyalitas yang tinggi sehingga
efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan perusahaan akan tercapai dengan
baik.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
loyalitas kerja karyawan antara lain persepsi terhadap lingkungan kerja dan
kompensasi. Adanya persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja dan kompensasi
yang sesuai diharapkan karyawan dapat bekerja sesuai rencana dan tujuan
organisasi, sehingga dengan adanya faktor tersebut diharapkan karyawan lebih
optimal dalam bekerja.
Karyawan yang memiliki loyalitas tinggi
bersedia bekerja melebihi kondisi biasa, bangga menceritakan perusahaan mereka
kepada orang lain, bersedia menerima berbagai tugas, merasa ada kesamaan nilai
dengan perusahaan, merasa terinspirasi, dan memerhatikan nasib perusahaan
secara keseluruhan. Sebaliknya, karyawan yang tidak setia terhadap perusahaan
ditandai dengan perasaan negative, seperti ingin meninggalkan perusahaan,
merasa bekerja di perusahaan lain lebih menguntungkan, tidak merasakan manfaat
dari perusahaan, dan menyesali keputusan mereka bergabung dengan perusahaan.
Kamis, 30 Mei 2013
tugas B.inggris
Skill7: noun Close connectors
Sebuh clausa
kata benda merupakan sebuah klausa kata benda tapi itu berfungsi sebagai kata
benda, karena klausa kata benda berfungsi sebagai klausa itu digunakan untuk
sebuah kalimat yang objeknya merupakan kata kerja atau sebuah objek yang merupakan preposisi. Ppelajari klausa dan
kata hubung dalam contoh kalimat.
Di
contoh pertama ada dua buah klausa,
kedua klausa tersebut di gabungkan dengan kata penghubung why . why merubah klausa ini menjadi
klausa kata berbentuk benda di mana fungsinya sebagai objek kata benda.
Di contoh
yang kedua kedua klausa tersebut di hubungi dengan kata why. Why mengubah klausa tersebut menjadi klausa kata benda di mana
fungsinya sebagai objek dari preposisi.
Contoh ini memperlihatkan bagaimana pola kalimat dapat di
uji dalam pertanyaan berstruktur pada ujian toefl.
|
Contoh : masyarakat takut mengenai..... apa
yang lakukan
A. Apa yang pemerintah
B. Pemerintah
C. Itu
D. Apa itu pemerintah
|
Di contoh ini kalimat ini berisikan kalimat utama dan kata
kerja . masyarakat yang ketakutan dan itu
juga mengandung kata kerja tambahan, sedang di lakukan. Kalimat ini membutuhkan
sebuah subjek untuk kata kerja sedang dilakukan dan kata penghubung untuk
menggabungkan duabuah klausa. Jawaban yang terbaik adalah A karena memiliki
kata penghubung apa dan sebuah subjek
yaitu pemerinta. Jawaban B dan C tidak benar karena tidak memiliki kata
penghubung dan jawaban D tidak benar karena memiliki kata kerja tambahan.
Tabel ini
menggambarkan bagai mana kata benda penghubung digunakan sebagai sebuah pola dalam kalimat.
|
Kata
kerja penghubung
|
|
Apa,dimana,bagaumana,jika
itu
|
|
S V
kata
kerja penghubung
S V
Sally explained why she did it
|
Sabtu, 05 Januari 2013
KARYA TULIS ILMIAH
Jelaskan pernyataan berikut ! “ masalah penelitian dapat bersumber dari penulis sendiri, orang lain dan buku reference”
Buku Referensi
Dalam melakukan suatu penelitian si peneliti atau penulis bisa mencari data dari buku - buku referensi atau literatur yang masih berkaitan dengan topik penelitian atau penulisan si peneliti atau penulis.
Penulis Sendiri
Dalam
hal ini penelitian yang dilakukan bersumber dari hasil wawancara baik
secara langsung maupun seraca tidak langsung, observasi, pengamatan,
atau bahkan dari pengalaman yang dilakukan sang penulis itu sendiri.
Orang Lain
Dalam
hal melakukan penelitian atau karya tulis ini yang membedakan adalah
sumber data yang di dapat. Sumber data ini didapat dari hasil penelitian
yang sudah di lakukan oleh oarang lain, namun data tersebut harus
dicermati dan di kembangkan lagi oleh sang penulis sesuai dengan hal
yang diteliti.
Dalam melakukan suatu penelitian si peneliti atau penulis bisa mencari data dari buku - buku referensi atau literatur yang masih berkaitan dengan topik penelitian atau penulisan si peneliti atau penulis.
Buatlah 2 (dua) topik permasalah yang menarik untuk topik PI/skripsi !
- Analisis perbedaan kinerja keuangan, tingkat kemahalan harga saham, return saham, dan likuditas saham perusahaan yang melakukan stock split.
- Pengaruh harga dan volume perdagangan saham terhadap likuditas saham pada perusahan yangmelakukan stock split.
Contoh Paragraf
Sebab Akibat
Siklus akuntansi adalah kegiatan bertahap yang harus dilalui dalam proses akuntansi yang berjalan terus menerus dan berulang yang dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu : analisis transaksi, jurnal, posting, neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca lajur, jurnal penutup, laporan keuangan, neraca saldo setelah penutupan dan jurnal pembalik. Tahap – tahap tersebut haruslah dibuat dengan benar dan teliti. Oleh karenanya apabila terjadi kesalahan pada salah satu siklus tersebut maka akan mengakibatkan kesalahan yang menyeluruh.Paragraf Generalisasi
Analogi
Peternakan merupakan aspek perekonomian yang penting dan menjanjikan.
Selain dapat menjadi lahan pendapatan, peternakan juga memiliki dampak
positif meningkatkan gizi masyarakat. Pengembangan peternakan dapat
memenuhi kebutuhan daging warga sehingga negara tidak perlu mengimpor
daging dari luar. Pertanian juga merupakan aspek perekonomian yang
penting. Pengembangan pertanian dapat memenuhi kebutuhan beras warga
sehingga impor dari luar tidak diperlukan.
Langganan:
Postingan (Atom)