Menurut Trisetyo, pedagang bakso di Jakarta mulai yang berjualan keliling, di lapak/warung, sampai di restoran
total ada 26.000 orang. Jika setiap pedagang sedikitnya membutuhkan 4
kilogram daging untuk diolah menjadi bakso setiap hari, kebutuhan daging
hanya untuk usaha rakyat itu mencapai 104 ton per hari. Setiap bulan,
kebutuhan daging pedagang mencapai 3.120 ton. Sebanyak 70 persennya
adalah daging segar dan sisanya sebanyak 936 ton daging beku impor.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah berpihak kepada pelaku industri kecil/UKM antara lain dengan menyediakan bahan baku daging olahan kepada para anggota Apmiso. Bantuan yang diberikan berupa memasok daging dengan kode CL85 sebagai bahan baku bakso seharga Rp 52.000 per kg. Namun, sampai akhir November 2012 jatah CL 85 akan habis.
"Saat ini, pemerintah membantu pedagang yang tergabung dalam Apmiso, pasokan tetap sebanyak 500 ton daging beku dengan kode CL 85 itu. Sisanya diupayakan sendiri oleh Apmiso," kata Tri.
Dengan pergolakan harga dan minimnya pasokan daging sapi sampai Senin kemarin yang tak kunjung selesai, perputaran uang yang hilang per hari mencapai Rp 15 miliar. Angka ini berdasarkan perkalian antara 50.000 pedagang anggota Apmiso dengan omzet harian rata-rata sebesar Rp 300.000 per pedagang.
Lebih lanjut Tri mengatakan, pihak yang paling menderita akibat krisis daging adalah peternak sapi dan pengonsumsi daging di mana pedagang bakso termasuk kelompok pengonsumsi terbesar. Petani sapi itu walau harga daging mahal, keuntungan yang mereka rasakan tidak signifikan akibat panjangnya pemburu rente.
Tri berharap Menko Perekonomian bisa belajar dari kejadian tak wajar saat ini dan menerima usulan dari lintas departemen terkait tentang perencanaan permintaan ataupun ketersediaan daging sapi di Indonesia. "Jangan membuat kekeliruan pada tahun 2013 agar gejolak tahun depan tidak terulang lagi," kata Tri.
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/21/18034354/Daging.Beku.Dibutuhkan.Keran.Impor.Jangan.Ditutup
Analisis
Menurut saya, pemerintah harus mempertimbangkan kembali jika ingin menyetop impor daging. karena dalam hal ini banyak yang menderita. Pihak yang paling menderita akibat krisis daging adalah peternak sapi dan pengonsumsi daging di mana pedagang bakso termasuk kelompok pengonsumsi terbesar. Saya berharap pemerintah mempertimbangkan kembali keputusannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar