Selasa, 20 November 2012

Menkeu: Perekonomian RI Belum "Overheating"

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan perekonomian Indonesia belum menunjukkan gejala overheating. Sebab, indikator fundamental Indonesia dinilai masih kuat.
"Sampai saat ini, indikator perekonomian masih terjaga, belum ada gejala untuk overheating," kata Agus saat memberikan sambutan di acara Investasi 2013: Menghadapi Ancaman Overheating Economy di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Menurut Agus, gejala overheating itu bisa terjadi jika indikator perekonomian naik secara tidak wajar. Sehingga ekonomi domestik mengalami pelemahan. Agus mencontohkan tingkat inflasi RI hingga akhir tahun masih terjaga di level yang masih sesuai target yaitu 4,5 persen plus minus 1 persen. Di sisi lain, neraca perdagangan juga masih surplus.
"Padahal selama empat kuartal terakhir, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit, baru kuartal ketiga lalu, Indonesia mengalami surplus," tambahnya.
Kondisi ekspor juga masih mengalami kenaikan sebesar 13 persen menjadi 5,9 miliar dollar AS. Meski impor juga masih naik 11 persen menjadi 15,3 miliar dollar AS. "Kondisi ekspor impor ini masih wajar, meski ekspor belum tinggi," jelasnya.
Selain itu, gejala overheating juga bisa terjadi jika pertumbuhan kredit yang tinggi dan aset properti yang naik secara tidak wajar. "Tapi dilihat dari semua indikator, performa ekonomi Indonesia masih relatif lebih baik dibanding negara lain," tambahnya.
Sehingga, hingga saat ini, pemerintah menilai perekonomian Indonesia masih wajar dan belum menunjukkan gejala overheating.


Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/21/11170291/Menkeu.Perekonomian.RI.Belum.Overheating


Analisis
Menurut saya, overheating terjadi bukan dari  pertumbuhan kredit yang tinggi dan aset properti yang naik secara tidak wajar saja.  Overheating itu bisa terjadi jika indikator perekonomian naik secara tidak wajar. Sehingga ekonomi domestik mengalami pelemahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar