JAKARTA, KOMPAS.com
- Sumber daya manusia, baik secara kuantitas maupun kualitas, menjadi
kendala utama pengembangan industri kreatif. Kendala tersebut harus
menjadi perhatian bersama karena kontribusinya bagi perekonomian
nasional cukup signifikan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Boediono saat membuka Pekan Produk Kreatif Indonesia, di Jakarta, Rabu (21/11/2012). "Mari kita menyatukan langkah untuk mengatasi masalah-masalah itu secara sungguh-sungguh sistematis dan terkoordinasi. Usia pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia masih sangat muda. Tak heran jika masih banyak kendala yang potensi ini harus kita pahami dan yakini bersama dalam setiap rencana pengembangan ekonomi kreatif ke depan," paparnya.
Menurutnya, sebagian besar SDM industri kreatif belajar secara otodidak, sehingga kualitasnya belum cukup merata. Selain SDM, kendala lain yang perlu disikapi adalah kurangnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, infrastruktur teknologi informasi yang belum kompetitif, serta dukungan pembiayaan yang masih minim.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, sektor
ekonomi kreatif merupakan sektor keempat terbesar dari 10 sektor
ekonomi nasional dalam hal penyerapan tenaga kerja setelah sektor
pertanian, peternakan, kehutanan & perikanan, perdagangan, hotel
& restoran serta sektor jasa. Sektor ekonomi kreatif menyerap tenaga kerja melalui
terciptanya usaha-usaha baru. Subsektor yang menyerap tenaga kerja
terbesar adalah subsektor fesyen, kuliner dan kerajinan dengan pertumbuhan tertinggi di subsektor kerajinan sebesar 1,42 persen.
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/21/17492970/SDM.Jadi.Kendala.Utama.Industri.Kreatif
Analisis
Menurut saya, sumber daya manusia, baik secara kuantitas maupun kualitas sangat berpengaruh besar dalam industri kreatif. hal ini yang harus menjadi perhatian pemerintah karena jika tidak ada sumbr daya manusia yang kuantitas maupun kualitas industri di indonesia akan tidak maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar